Pembuatan Transek Permanen dan Monitoring Terumbu Karang di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Provinsi Banten Marine Conservation Club (MCC) Fakultas Biologi Universitas Nasional bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang-Banten, melakukan kegiatan pembuatan transek permanen dan monitoring terumbu karang 2017 di Pulau Tunda, Kabupaten Serang Provinsi Banten pada tanggal 17-19 April 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat stasiun penelitian terumbu karang dengan memasang transek permanen yang nantinya dapat dimonitoring secara berkala tiap tahunnya dengan lokasi dan metode penelitian yang sama agar dapat memperoleh data perkembangan kondisi terumbu karang dengan tepat. Dari hasil data dan informasi yang telah diperoleh dapat dijadikan data pendukung dalam pengawasan sumberdaya kelautan oleh PSDKP, sebagai data statistik untuk menentukan perkembangan k...
Assalamualaikum, Hallo buddies, kami dari Marine Conservation Club Universitas Nasional (MCC UNAS), ingin berbagi informasi mengenai Dugong (Duyung) dan “Rumahnya”. Yuk Kita saling berbagi informasi mengenai biota laut ini. Gambar 1. Dugong dan “Rumahnya” (Padang Lamun). (Gambar dari DSCP Indonesia) Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang hampir sebagian besar adalah perairan. Ekosistem pesisir merupakan ekosistem penunjang yang sangat penting terutama untuk kita yang tinggal di negara kepulauan. Ekosistem pesisir umumnya terdiri atas 3 komponen penyusun, yaitu mangrove, lamun dan terumbu karang. Bersama-sama ketiga ekosistem tersebut merupakan unsur penting dari proses kehidupan di pesisir. Jika mangrove dan terumbu karang mungkin seringkali kita lihat dan dengar dari buku bacaan ataupun tayangan televisi terutama bagi orang awam yang mereka ketahui umumnya hanya 2 kompenen tersebut. Ada satu komponen yang sering terlupakan bahkan hanya sedikit yang me...
Halo Buddies, artikel laut hadir kembali. Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang pencemaran laut yang sudah tidak asing lagi, yaitu bahaya sampah plastik terhadap biota laut dan ekosistemnya. Bagaimana pengaruhnya? Yuk, disimak! Figure 1 . Pencemaran Laut Sebelum masuk ke pembahasannya, perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari pencemaran laut. Menurut Peraturan Presiden Indonesia No. 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut pasal 1 ayat (1), pencemaran laut adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu air laut yang telah ditetapkan. Salah satu pencemaran laut yang sering terjadi adalah pencemaran akibat sampah. Sampah laut adalah sampah yang berasal dari daratan, badan air dan pesisir yang mengalir ke laut atau sampah yang berasal dari kegiatan di laut. Figure 2 . Kode, jenis plastik, dan penggunaannya Sampah plastik adalah sampah yang mengandung senyawa ...
Komentar
Posting Komentar